Minggu, 28 Juni 2015

Presiden Indonesia Bpk Jokowi Izinkan Orang Asing Miliki Properti di Indonesia




Pemerintah membuka peluang untuk warga asing bisa memiliki properti di Indonesia, Sejauh ini, warga negara asing (perorangan) hanya punya hak pakai dan hak sewa atas properti di Indonesia—Hak Guna Usaha (HGU) bagi perseroan terbatas.  
Dorongan agar orang asing di Indonesia bisa memiliki properti sudah lama disampaikan oleh para pengembang. Selama ini orang asing hanya mempunyai hak dalam properti, hak pakai untuk investor asing pun dibatasi 25 tahun, dapat diperpanjang 25 tahun dan bisa diperpanjang lagi selama 20 tahun.
Kabar baiknya bagi sektor properti dalam negeri. Sebab, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui permintaan pengusaha properti agar warga negara asing (WNA) bisa memiliki properti di Indonesia.

BACA JUGA : Properti Seharga Rp 5 Miliar Kini Kena Pajak Barang Mewah

Persetujuan itu diungkapkan Staf Khusus Kepresidenan bidang komunikasi Teten Masduki. Menurut Teten, permintaan pengusaha properti yang tergabung dalam asosiasi Real Estate Indonesia (REI) itu bertujuan meningkatkan industri properti yang tengah lesu.
Dampak dari kelesuan industri properti ini akan memberikan efek lanjutan di pertumbuhan sektor lainnya. “Presiden menyetujui usul REI dengan memperbolehkan kepemilikan asing di bidang properti,” kata Teten, Selasa (23/6) di Istana Negara, Jakarta.
Namun, tetap saja pengusaha properti itu harus mengutamakan akses terhadap masyarakat. Jangan sampai, masyarakat lokal terpinggirkan dalam berburu properti. Jokowi berharap dibukanya keran kepemilikan asing ini bisa membuat para pengusaha properti bernapas lebih lega. Selain itu diharapkan ini juga bisa membantu para pengusaha bersaing di tingkat regional.
Sumber: Istimewa / sumber foto : detik.com

Reaksi: